Khasnya Sate Maranggi Cianjur

Sate maranggi mungkin bukan lagi kuliner yang asing ditelinga penikmatnya, namun ada yang berbeda dari sate maranggi khas cianjur. Apa yang membedakan? Berikut ini saya akan mereview sate maranggi Cianjur yang terletak di Jalan Warujajar.


(foto : doc travelcompas.com)


Dari bentuk fisiknya sendiri sih tidak banyak perbedaan yang signifikan dengan sate maranggi yang lain, namun di Cianjur, sate maranggi umumnya menggunakan daging sapi meskipun ada juga yang menjualnya bersama daging kambing. Yang berbeda lainnya adalah dari bumbunya, sate maranggi milik warung Pak Ade ini, menggunakan rempah yang cukup banyak sehingga bau menyengat dari daging sapi itu sendiri nyaris hilang. Dibandingan dengan maranggi biasa, maranggi disini terasa lebih mirip dengan dendeng namun empuk dan juicy. Rasanya dominnan manis dan diiringi rasa gurih dan wangi dari ketumbar yang kuat. Namun justru hal ini yang membuat rasanya tidak seberat maranggi biasa. 

Selain itu juga, uniknya sate maranggi ini adalah bumbu pendampingnya yang merupakan sambel oncom. Bagi yang belum tahu oncom adalah makanan fermentasi seperti kedelai namun, oncom dinyatakan sudah matang atau siap setelah kedelai mengeluarkan spora sedangkan tempe sebelum spora tersebut muncul. Sambel oncom ini terbuat dari oncom, cengek(cabai rawit) dan beberapa bumbu seperti garam dan lain-lain. Untuk rasanya sendiri tidak terlalu pedas dan rasa khas oncom menambah rasa unik dimulut saat disantap bersama sate maranggi tadi.


Untuk pendamping satenya sendiri anda bisa memilih dengan balok ketan atau nasi uduk kuning. Keduanya disajikan dengan alas daun pisang yang akan menambah nuansa tradisional saat anda menyantapnya. Dari beberapa pelanggan di sana sendiri mayoritas lebih memilih memakannya dengan ketan bakar. Mereka menuturkan karena ketan bakar sendiri bukan makanan yang mereka makan setiap hari, jadi bisa menikmati keduanya disaat bersamaan dan sebagian merasa sate ini lebih enak disantap dengan ketan tersebut. Namun saya pribadi menyarankan untuk memilih nasi uduk jika anda ingin kenyang lebih lama. Untuk minumannya sendiri, anda akan diberi the tawar hangat secara gratis dan dapat memilih minuman dingin lain seperti teh atau jus bisa dibeli secara terpisah di warung sebelahnya.

 (foto : doc opensnap.com)


Meski terkesan sederhana, warung Pak Ade ini sangat ramai di tiap jamnya. Bahkan warung ini juga sudah masuk pemberitaan media elektronik karena kelezatannya yang melegenda. Namun bukan berarti haya warung Pak Ade saja yang enak. Di daerah warujajar itu juga terdapat beberapa penjual sate maranggi lain yang juga enak. Kepopuleran tempat ini juga tidak menjadikan penganan itu menjadi penganan mahal. Satu tusuk sate tanpa lemak saja dihargain Rp 2500 dan dengan lemak cukup Rp 2000 saja, ini lebih murah dibandingan warung lainnya. Untuk ketan bakar dan nasi uduknya juga dihargai 2500  perporsi saja. Maka dari itu pelanggan Pak Ade sendiri kebanyakan anak muda dan pekerja.


Komentar